Tiba-tiba dia muncul menghadang langkahku sambil berkata,"Ummi, kalau cita-cita, boleh dua nggak?"
"Maksud kakak bagaimana?"
"Maksudnya, cita-cita kakak boleh dua?"
"Dua? Boleh saja. Mau dua, mau tiga, mau banyak juga boleh."
"Memang kakak cita-citanya apa?"
"Kakak mau jadi dokter melahirkan sama bengkel"
"Bengkel? Maksudnya?" Aku makin penasaran.
"Iya, bengkel. Kakak udah bisa betulin sendiri sepeda kakak. Kan tadi itu rantainya copot, terus kakak betulin. Terus, sepedanya sekarang udah bisa jalan lagi. Jadi kakak nanti mau jadi tukang bengkel juga. Kan udah bisa betulin sepeda." Dia melonjak.
Aku tersenyum-senyum saja.
Jadilah, pagi itu dia membawa sepedanya juga mengitari rute jalan pagi kami.
Ahh.. Kakak, selalu saja ada inspirasi dari celotehnya.
Semoga Alloh menjagamu selalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar