Pernah dengar gelatin?
Kenal sama gelatin gak?
Ooo, belum kenal...
Baik, kita kenalan dulu ya?
Gelatin itu turunan dari protein. Kalau protein sudah tahu kan?
Itu tuh, kelompok makromolekul yang menyusun tubuh kita. Berfungsi sebagai zat pembangun. Kalau kita kekurangan protein, maka sel-sel tubuh tidak bisa bertumbuh. Metabolisme akan terganggu.
Protein ini bentuknya macam-macam. Ada yang globular atau berbentuk bulat, ada yang fiber atau berserabut. Nah, yang globular ini biasanya dia larut dalam air. Contohnya albumin (putih telur). Kalau yang fiber dia tidak larut dalam air. Contohnya keratin (protein rambut dan kuku, atau bulu dan tanduk pada hewan).
Alhamdulillah wa Maasya Allah... Memang Allah itu Maha Pandai dan Baik. Dia buat rambut kita dari fiber dan tidak larut dalam air.
Coba bayangkan, kalau seandainya Allah buat rambut kita dari protein globular. Habis keramas, rambutnya hilang, hehe.
Maka, nikmat yang mana lagi yang kamu dustakan?
Nah, kembali ke gelatin.
Gelatin ini dibuat dari proses hidrolisis kolagen. Kolagen itu suatu jaringan ikat yang banyak dijumpai pada kulit dan tulang. Kalau kamu doyan ceker, biasanya kalo dimasak diakan kenyal-kenyal licin gitu. Nah, itulah wujud gelatin.
Gelatin ini fungsinya sangat luas sekali, hehe
Dia digunakan sebagai pengental, pengemulsi, penstabil, pelapis, perekat pada berbagai produk.
Es krim dan coklat misalnya, sering ditambahi gelatin untuk pengemulsi dan penstabil.
Selai dan sirup, ditambahi gelatin sebagai pengental atau penjernih.
Buah-buahan, biar awet dilapisi/coating dengan gelatin atau kadang lilin.
Beberapa industri juga menggunakannya sebagai perekat, film/lapisan pembungkus, dan lain-lain.
Contoh bentuk aplikasi gelatin yang gampang dilihat penampakannya adalah cangkang kapsul.
Jadi, gelatin ini was very common bangetlah di industri, terutama industri pangan dan farmasetik.
Terus, apa manfaat gelatin buat tubuh?
Dari sebuah situs (www.india.com), saya kutipkan beberapa manfaat gelatin buat kesehatan.
Apa saja?
Simak yuk!
1. Mencegah stretch mark
Bu ibu yang sudah berkali hamil biasanya punya ini. Demikian juga dengan remaja yang cepat perkembangannya, atau orang sakit yang berat badannya susut dengan cepat. Biasanya, gelatin ditambahkan dalam produk rawatan kulit. Karena dia terbuat dari protein, dia mampu diserap dengan cepat oleh tubuh sehingga bisa menggantikan sel-sel kulit yang rusak tadi. Namun jangan khawatir, alternatifnya bisa menggunakan olive oil alias minyak zaitun untuk mengatasi stretch mark dan menjaga kelembaban kulit.
2. Mengurangi berat badan.
Jika anda ingin mengurangi berat badan konsumsi gelatin dapat membantu. Dengan mengonsumsi gelatin, asupan kalori berkurang karena konversi kalori dari protein tidak sebanyak kalori yang dihasilkan dari karbohidrat.
3. Menguatkan tulang.
Gelatin kan dibuat dari jaringan ikat tulang, jadi kaya dengan mineral yang bermanfaat buat tulang seperti kalsium dan magnesium, sulfur, silikon dan lain-lain.
4. Menyembuhkan luka lebih cepat.
Gelatin mengandung banyak asam amino, terutama glisin, arginin dan prolin. Arginin dan glisin dilaporkan membantu mempercepat penyembuhan luka.
5. Mengatur massa tulang.
Jelas, karena gelatin merupakan protein tulang, jadi friendly lah buat tulang. Ya nggak?
6. Membantu pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus.
Gelatin bagus untuk pencernaan, mampu menyerap cairan, karena sifatnya yang hidrofil (suka dengan air) dan mampu mencegah konstipasi (sembelit).
7. Meningkatkan kualitas tidur
Berdasarkan riset, konsumsi gelatin meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan fungsi kognitif. Selain itu, juga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk deep sleep. Jadi kita bisa lebih berkualitas tidurnya.
Ternyata banyak sangat manfaat gelatin ini. Wajarlah kalau aplikasinya dimana-mana.
Namun, teman-teman, kakak, ibu, dan sahabat pembaca sekalian, tetap berhati-hatilah jika membeli produk pangan atau kosmetik yang mencantumkan gelatin di komposisinya. Pastikan dulu kehalalan produk tersebut, pastikan tanggal expired-nya baru kualitas dan harganya.
Ok, begitu saja dulu.
Semoga bermanfaat.
Lanjutannya ada di postingan selanjutnya, disini
Gombak, 181117
Minggu, 19 November 2017
Jumat, 17 November 2017
CFP Adiwidya KamilPasca ITB 5
Suatu hari di bulan September, seorang teman posting di grup PPI tentang informasi seminar nasional bertema halal. Namanya unik banget. Adiwidya 5.
Apaan tuh? Kok baru dengar event ini...?
Baru tahu juga kalau ITB ternyata konsern juga dengan topik halal.
Selama ini, setahuku yang biasa ngusung-usung tema halal ini adalah IPB, UGM, UB dan beberapa Perguruan tinggi Islam.
Adiwidya ini merupakan acara tahunan oleh Keluarga Mahasiswa Islam (Kamil) Pascasarjana ITB. Nah, usut punya usut, ternyata even ini sudah yang ke-5 kalinya diadakan. Setiap tahun, tema yang diangkat berbeda-beda, tergantung issu yang sedang in di tahun berjalan.Tujuan diadakan acara ini adalah memberikan informasi yang berbentuk persuasif dan edukatif kepada masyarakat dan mahasiswa terkait inovasi-inovasi industri halal yang harapan kedepannya dapat memberi sumbangsih dalam perkembangan industri halal.
Tahun 2017 ini tema yang diusung adalah ''Innovation in Halal Industry towards Indonesia as the World Halal Lifestyle Centre".
Acaranya meliputi seminar nasional, lomba paper halal, pitching plan bussines, dan pameran produk halal, yang digelar di Aula Timur ITB pada Selasa 31 Oktober 2017.
Awalnya aku tidak tertarik. Tapi karena penasaran akhirnya membuka juga link yang diberikan di poster.
Aku tertarik dengan lomba paper halal inovasi.
Bolehlah dijajal nih.
Kebetulan ada paper yang dulu merupakan tugas kuliah yang relevan dengan topik ini.
Nah, acaranya sendiri untuk CFP terdiri dari 3 tahap. yang pertama seleksi abstrak. Yang kedua seleksi paper dan ketiga presentasi paper untuk mendapatkan 3 paper terbaik.
Berdasarkan bocoran ketua pnitia, ternyata CFP ini diikuti sekitar 47 peserta yang mengirimkan abstrak, yang lolos sekitar 27 judul paper (cmiiw). Dari 27 judul paper ini, diseleksi 15 finalis dan 3 cadangan untuk tampil di sesi presentasi pada hari-H. Alhamdulillah paperku lolos 15 besar.
Acara presentasi paper sendiri berlangsung di salah satu ruang di Aula Timur ITB, diikuti oleh 15 tim dari berbagai kampus. Aku satu-satunya peserta yang emak-emak dan satu-satunya dari kampus di luar Indonesia.
Berbagai topik dibahas dalam 15 paper yang terpilih dari sekitar 47 paper yang masuk. Tema- tema yang masuk sebagai finalis diantaranya adalah tentang halal tourism, halal autentikasi, halal farmasi, halal fashion, halal media dan halal finansial. Menarik bukan?
Lebih rinci, judul-judul makalahnya adalah sebagai berikut:
1. Pemanfaatan minyak nabati dalam proses ekstraksi propolis
2. Analisis etanol dalam sediaan obat herbal cair
3. Konsep halal dan peranannya dalam dunia fashion
4. Pembuatan kerupuk tulang ayam kampung
5. Reaksi Maillard untuk pengembangan autentikasi halal
6. Potensi ayam, ikan dan rumput laut sebagai bahan dasar cangkang kapsul halal
7. Kriteria ruang solat wanita di tempat wisata
8. Potensi pengembangan wisata halal di Indonesia
9. Moralitas bermedia sosial
10. Budaya dan tradisi religi dalam halal tourism
11 Kajian geofagi Indonesia dalam tinjauan Islam, sosiokultural dan kesehatan
12. Identifikasi kampung Kauman sebagai destinasi halal
13. Hasal digital Intermediary sebagai penyedia modal
14. Nanoemulgel ekstrak kulit manggis sebagai kosmetik halal
15. Halal tourism: peluang dalam pengembangan pariwisata Indonesia.
Gimana? Menarik semua kan? Dan beberapa merupakan hal yang unik dan belum pernah ku dengar sebelumnya.
Kajian geofagi misalnya, tentang perilaku makan tanah di kalangan penduduk daaerah tertentu di Indonesia. Atau ide-ide kreatif lainnya.
Paperku sendiri tentang pengembangan reaksi Maillard Untuk deteksi gelatin dari berbagai sumber. Gelatin ini menjadi isu karena sumbernya yang didominasi oleh kulit dan tulang hewan babi. Nah, selama ini metode deteksi gelatin itu sudah banyak diteliti, tapi kesemuanya butuh instrumen canggih, tenaga yang terampil, butuh waktu dan harganya mahal. PCR misalnya, memang sudah diakui sebagai metode paling selektif, sensitif dan akurat. Tapi untuk sekali analisa dengan PCR, harganya dikisaran 1 juta/persampel. Kebayang kan kalo mau deteksi cangkang kapsul merti merogoh duit segitu? Berapalah harga sebuah cangkang kapsul.
Nah di paper ini aku mengusulkan sebuah metode baru untuk mengembangkan alat deteksi yang bisa mendeteksi gelatin berdasarkan indeks warna. Seperti strip test buat uji kehamilan itu loh. Jadi gak perlu ribet dan mahal, kan?
Di akhir sesi, paperku juara 3. Alhamdulillah dan benar-benar gak nyangka. Juara 1 dan 2 dari ITB yang mengkaji penggunaan minyak herbal untuk propolis dan ekstrak kulit manggis untuk kosmetik halal itu.
Mantab kan?
Ternyata, ada baaanyak potensi sumber daya alam Indonesia yang bisa dikembangkan untuk mensuport industri halal. Hanya saja perlu research... research dan research supaya kemanfaatannya bisa meluas di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya dan muslim dunia pada khususnya.
Apaan tuh? Kok baru dengar event ini...?
Baru tahu juga kalau ITB ternyata konsern juga dengan topik halal.
Selama ini, setahuku yang biasa ngusung-usung tema halal ini adalah IPB, UGM, UB dan beberapa Perguruan tinggi Islam.
Adiwidya ini merupakan acara tahunan oleh Keluarga Mahasiswa Islam (Kamil) Pascasarjana ITB. Nah, usut punya usut, ternyata even ini sudah yang ke-5 kalinya diadakan. Setiap tahun, tema yang diangkat berbeda-beda, tergantung issu yang sedang in di tahun berjalan.Tujuan diadakan acara ini adalah memberikan informasi yang berbentuk persuasif dan edukatif kepada masyarakat dan mahasiswa terkait inovasi-inovasi industri halal yang harapan kedepannya dapat memberi sumbangsih dalam perkembangan industri halal.
Tahun 2017 ini tema yang diusung adalah ''Innovation in Halal Industry towards Indonesia as the World Halal Lifestyle Centre".
Acaranya meliputi seminar nasional, lomba paper halal, pitching plan bussines, dan pameran produk halal, yang digelar di Aula Timur ITB pada Selasa 31 Oktober 2017.
Awalnya aku tidak tertarik. Tapi karena penasaran akhirnya membuka juga link yang diberikan di poster.
Aku tertarik dengan lomba paper halal inovasi.
Bolehlah dijajal nih.
Kebetulan ada paper yang dulu merupakan tugas kuliah yang relevan dengan topik ini.
![]() |
| Penari saman di Acara Pembukaan Adiwidya 5 KamilPasca ITB 2017 |
Nah, acaranya sendiri untuk CFP terdiri dari 3 tahap. yang pertama seleksi abstrak. Yang kedua seleksi paper dan ketiga presentasi paper untuk mendapatkan 3 paper terbaik.
Berdasarkan bocoran ketua pnitia, ternyata CFP ini diikuti sekitar 47 peserta yang mengirimkan abstrak, yang lolos sekitar 27 judul paper (cmiiw). Dari 27 judul paper ini, diseleksi 15 finalis dan 3 cadangan untuk tampil di sesi presentasi pada hari-H. Alhamdulillah paperku lolos 15 besar.
Acara presentasi paper sendiri berlangsung di salah satu ruang di Aula Timur ITB, diikuti oleh 15 tim dari berbagai kampus. Aku satu-satunya peserta yang emak-emak dan satu-satunya dari kampus di luar Indonesia.
Berbagai topik dibahas dalam 15 paper yang terpilih dari sekitar 47 paper yang masuk. Tema- tema yang masuk sebagai finalis diantaranya adalah tentang halal tourism, halal autentikasi, halal farmasi, halal fashion, halal media dan halal finansial. Menarik bukan?
Lebih rinci, judul-judul makalahnya adalah sebagai berikut:
1. Pemanfaatan minyak nabati dalam proses ekstraksi propolis
2. Analisis etanol dalam sediaan obat herbal cair
3. Konsep halal dan peranannya dalam dunia fashion
4. Pembuatan kerupuk tulang ayam kampung
5. Reaksi Maillard untuk pengembangan autentikasi halal
6. Potensi ayam, ikan dan rumput laut sebagai bahan dasar cangkang kapsul halal
7. Kriteria ruang solat wanita di tempat wisata
8. Potensi pengembangan wisata halal di Indonesia
9. Moralitas bermedia sosial
10. Budaya dan tradisi religi dalam halal tourism
11 Kajian geofagi Indonesia dalam tinjauan Islam, sosiokultural dan kesehatan
12. Identifikasi kampung Kauman sebagai destinasi halal
13. Hasal digital Intermediary sebagai penyedia modal
14. Nanoemulgel ekstrak kulit manggis sebagai kosmetik halal
15. Halal tourism: peluang dalam pengembangan pariwisata Indonesia.
Gimana? Menarik semua kan? Dan beberapa merupakan hal yang unik dan belum pernah ku dengar sebelumnya.
Kajian geofagi misalnya, tentang perilaku makan tanah di kalangan penduduk daaerah tertentu di Indonesia. Atau ide-ide kreatif lainnya.
Paperku sendiri tentang pengembangan reaksi Maillard Untuk deteksi gelatin dari berbagai sumber. Gelatin ini menjadi isu karena sumbernya yang didominasi oleh kulit dan tulang hewan babi. Nah, selama ini metode deteksi gelatin itu sudah banyak diteliti, tapi kesemuanya butuh instrumen canggih, tenaga yang terampil, butuh waktu dan harganya mahal. PCR misalnya, memang sudah diakui sebagai metode paling selektif, sensitif dan akurat. Tapi untuk sekali analisa dengan PCR, harganya dikisaran 1 juta/persampel. Kebayang kan kalo mau deteksi cangkang kapsul merti merogoh duit segitu? Berapalah harga sebuah cangkang kapsul.
Nah di paper ini aku mengusulkan sebuah metode baru untuk mengembangkan alat deteksi yang bisa mendeteksi gelatin berdasarkan indeks warna. Seperti strip test buat uji kehamilan itu loh. Jadi gak perlu ribet dan mahal, kan?
Di akhir sesi, paperku juara 3. Alhamdulillah dan benar-benar gak nyangka. Juara 1 dan 2 dari ITB yang mengkaji penggunaan minyak herbal untuk propolis dan ekstrak kulit manggis untuk kosmetik halal itu.
Mantab kan?
Ternyata, ada baaanyak potensi sumber daya alam Indonesia yang bisa dikembangkan untuk mensuport industri halal. Hanya saja perlu research... research dan research supaya kemanfaatannya bisa meluas di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya dan muslim dunia pada khususnya.
Sabtu, 11 November 2017
TIPS: TETAP WARAS DENGAN 4 BALITA
#Repost
dari https://www.facebook.com/ismarti.sohieb.9/posts/1629289053761884
Punya 4 balita?
Kebayang gak seh gimana serunya hari-hari Bunda? Jangankan 4, 2 saja mungkin sudah bikin emak-emak naik tensi dan berkurang kadar kewarasan, hehe...
Nah, ini status bukan buat sombong-sombongan atau apalah. Hanya berbagi saja, mungkin ada beberapa tips yang bisa diadopsi atau diadaptasi.
Harapannya sih begitu...
Suatu masa dalam kehidupan saya, pernah mengalami punya 4 balita. Pada saat itu, saya berstatus ibu bekerja, dan suami bekerja full time dari jam 07.00-15.30. Dan kami gak punya ART dengan beberapa alasan...
Walaupun masa ini saya alami hanya beberapa bulan saja, sekitar 4 bulan, namun anak yang baru masuk usia 5 tahun saya rasa gak begitu beda lakunya dengan anak usia balita.
Jadi, lebih kurang 1 tahun itu, saya dan suami berjibaku membangun sinergi untuk tetap menjaga amanah-amanah yang dititipkan ke kami dengan segenap kemampuan kami. (Sekarang juga masih tetap begitu, secara si sulung usianya masih 8 tahunan dan si bungsu menjelang 4 tahun
š).
Capek? Sangat..
dari https://www.facebook.com/ismarti.sohieb.9/posts/1629289053761884
Punya 4 balita?
Kebayang gak seh gimana serunya hari-hari Bunda? Jangankan 4, 2 saja mungkin sudah bikin emak-emak naik tensi dan berkurang kadar kewarasan, hehe...
Nah, ini status bukan buat sombong-sombongan atau apalah. Hanya berbagi saja, mungkin ada beberapa tips yang bisa diadopsi atau diadaptasi.
Harapannya sih begitu...
Suatu masa dalam kehidupan saya, pernah mengalami punya 4 balita. Pada saat itu, saya berstatus ibu bekerja, dan suami bekerja full time dari jam 07.00-15.30. Dan kami gak punya ART dengan beberapa alasan...
Walaupun masa ini saya alami hanya beberapa bulan saja, sekitar 4 bulan, namun anak yang baru masuk usia 5 tahun saya rasa gak begitu beda lakunya dengan anak usia balita.
Jadi, lebih kurang 1 tahun itu, saya dan suami berjibaku membangun sinergi untuk tetap menjaga amanah-amanah yang dititipkan ke kami dengan segenap kemampuan kami. (Sekarang juga masih tetap begitu, secara si sulung usianya masih 8 tahunan dan si bungsu menjelang 4 tahun
š).Capek? Sangat..
Bete? Kadang..
Bosan? Iyya... kadang muncul di tengah-tengah semua rutinitas tersebut. Dari subuh sampai asar, profesi sbg irt. Dari setelah sholat asar sampai jam 9 malam, alih profesi sebagai pekerja.
Nah, berikut ini beberapa kiat yang pernah saya lakukan biar tetap normal dengan kehebohan ngurus 4 balita tanpa art. Monggo disimak...
1. Atur skedul kegiatan sesuai waktu sholat.
Sesuaikan skedul pekerjaan dengan waktu sholat. Usahakan menjelang waktu solat sudah dalam keadaan suci dan tidak sedang mengerjakan sesuatu. Jika masih ada yang dihandle, stop begitu terdengar suara adzan. Termasuk ng-ASI. Komunikasikan dengan anak, dan biasakan.
Alhamdulillah, si bayi dulu itu jam biologisnya normal, dan gak terlalu suka begadang atau rewel malam-malam seperti yg nomer 2. Bangun pagi menjelang adzan subuh adalah hal wajib, karena mesti sholat, belanja ke warung. Then nyiapin segala tetek bengek di dapur, sarapan, bekal buat suami dan anak no.1 yang sudah masuk TK, mandiin si Kakak dan adek-adeknya, de el el.
Suami biasanya bantu mandiin anak-anak dan mbilasin popok yang kena bab nya si bayi sebelum kemudian merendamnya. Tentu saja semua bantuan itu dilakukan beliau setelah tuntas rutinitas paginya (sholat, tilawah dan dzikir).
2. Libatkan anak-anak dalam ibadah kita.
Ketika kondisinya sudah suci, jika terdengan adzan segera sholat. Kunci kamar atau ruang solat dan ajak anak-anak untuk sholat berjamaah termasuk si bayi. Jangan biasakan nunda solat, karena kondisi setelahnya amat sangat tidak bisa diprediksi, hehehe...
Nah, berikut ini beberapa kiat yang pernah saya lakukan biar tetap normal dengan kehebohan ngurus 4 balita tanpa art. Monggo disimak...
1. Atur skedul kegiatan sesuai waktu sholat.
Sesuaikan skedul pekerjaan dengan waktu sholat. Usahakan menjelang waktu solat sudah dalam keadaan suci dan tidak sedang mengerjakan sesuatu. Jika masih ada yang dihandle, stop begitu terdengar suara adzan. Termasuk ng-ASI. Komunikasikan dengan anak, dan biasakan.
Alhamdulillah, si bayi dulu itu jam biologisnya normal, dan gak terlalu suka begadang atau rewel malam-malam seperti yg nomer 2. Bangun pagi menjelang adzan subuh adalah hal wajib, karena mesti sholat, belanja ke warung. Then nyiapin segala tetek bengek di dapur, sarapan, bekal buat suami dan anak no.1 yang sudah masuk TK, mandiin si Kakak dan adek-adeknya, de el el.
Suami biasanya bantu mandiin anak-anak dan mbilasin popok yang kena bab nya si bayi sebelum kemudian merendamnya. Tentu saja semua bantuan itu dilakukan beliau setelah tuntas rutinitas paginya (sholat, tilawah dan dzikir).
2. Libatkan anak-anak dalam ibadah kita.
Ketika kondisinya sudah suci, jika terdengan adzan segera sholat. Kunci kamar atau ruang solat dan ajak anak-anak untuk sholat berjamaah termasuk si bayi. Jangan biasakan nunda solat, karena kondisi setelahnya amat sangat tidak bisa diprediksi, hehehe...
Kalo aku biasanya pas solat, si bayi aku taruh di sampingku, atau kalo tiba-tiba rewel atau apa, aku solat sambil menggendong bayi.
Silakan dititipin, kalo memang ada tempat nitipin. Nih aku berhubung gak ada, niatnya sekalian mendisiplinkan anak-anak dengan waktu solat.
3. Minta doa, support dan bantuan suami.
Doa suami untuk istri insya Allah akan memberi kekuatan ruhiyah bagi istrinya. Usahakan sebelum suami berangkat kerja untuk mencium tangannya dan meminta didoakan agar senantiasa sabar dan mampu menjaga amanahnya pada hari itu. Biasanya, dengan efek doa ini, paling enggak bisa menjaga kewarasan saya hingga tengah hari wkwkwk... Nah, nanti jam dhuhur pas solat kan dicharge lagi tuh...
4. Libatkan si Kakak atau Mas atau abangnya.
Libatkan anak yang lebih besar untuk nemanin bayi ketika ibu terpaksa harus sibuk dengan pekerjaan lain. Pastikan anak tetap dalam pengawasan kita. Sekali-sekali lihat apakah anak-anak aman dan si bayi selalu nyaman.
5.Turunkan standar kebersihan dan kerapian rumah.
Ketika punya balita, standar kerapian rumah bisa diturunkan. Prioritas pada kerapian ruangan ketika Anda punya balita hanya akan membuat ibu stress dan uring-uringan.
Silakan dititipin, kalo memang ada tempat nitipin. Nih aku berhubung gak ada, niatnya sekalian mendisiplinkan anak-anak dengan waktu solat.
3. Minta doa, support dan bantuan suami.
Doa suami untuk istri insya Allah akan memberi kekuatan ruhiyah bagi istrinya. Usahakan sebelum suami berangkat kerja untuk mencium tangannya dan meminta didoakan agar senantiasa sabar dan mampu menjaga amanahnya pada hari itu. Biasanya, dengan efek doa ini, paling enggak bisa menjaga kewarasan saya hingga tengah hari wkwkwk... Nah, nanti jam dhuhur pas solat kan dicharge lagi tuh...
4. Libatkan si Kakak atau Mas atau abangnya.
Libatkan anak yang lebih besar untuk nemanin bayi ketika ibu terpaksa harus sibuk dengan pekerjaan lain. Pastikan anak tetap dalam pengawasan kita. Sekali-sekali lihat apakah anak-anak aman dan si bayi selalu nyaman.
5.Turunkan standar kebersihan dan kerapian rumah.
Ketika punya balita, standar kerapian rumah bisa diturunkan. Prioritas pada kerapian ruangan ketika Anda punya balita hanya akan membuat ibu stress dan uring-uringan.
Pertanyaannya, Apa suami gak komplen?
Pernah suami komplen dan saya jawab saja, jika ingin melihat rumah dalam kondisi terbaiknya, silakan pulang ke rumah pada jam 10 teng, 10 menit setelahnya, maka kondisi rumah kembali akan jadi arena eksplorasi anak-anak.
Santaiiii buw... Gak usah pedulikan komentar orang, kalo mereka tidak berkontribusi, hehehe...
Prinsip saya, yang penting rumah harus bebas najis, titik.
6. Biasakan melakukan aktivitas berjamaƔh dengan anak-anak.
Aktivitas berjama'ah bentuknya bisa macam-macam. Misalnya nih, makan berjamaƔh atau mandi berjamaƔh atau tidur berjamaƔh.
Bu ibu pasti paham banget bagaimana kadang anak-anak beralasan kalo diajak makan atau mandi. Nah, biar cepat, bersih dan selesai pada waktunya, ajaklah mereka melakukan hal itu secara berjama'ah.
Makan bareng dengan anak-anak di satu piring.
Santaiiii buw... Gak usah pedulikan komentar orang, kalo mereka tidak berkontribusi, hehehe...
Prinsip saya, yang penting rumah harus bebas najis, titik.
6. Biasakan melakukan aktivitas berjamaƔh dengan anak-anak.
Aktivitas berjama'ah bentuknya bisa macam-macam. Misalnya nih, makan berjamaƔh atau mandi berjamaƔh atau tidur berjamaƔh.
Bu ibu pasti paham banget bagaimana kadang anak-anak beralasan kalo diajak makan atau mandi. Nah, biar cepat, bersih dan selesai pada waktunya, ajaklah mereka melakukan hal itu secara berjama'ah.
Makan bareng dengan anak-anak di satu piring.
Emaknya yang nyuapin anak-anak secara bergantian. Jangan lupa lafalkan doa sebelum makan keras-keras, biar sekalian anaknya ngafalin juga. Buat 3 balita saya hal ini efektif, bahkan sampai hari inipun. Kalo berjamaƔh makannya bisa tambah sampai 6 atau 9 kali. Hebatkan??
Selain itu, piringnya gak banyak kotor dan gak berceceran, karena emaknya yang nyuapin.
Hal penting lainnya adalah, biasakan anak untuk makan sambil duduk. Yang tidak duduk di tempatnya maka akan dilewati jatah suapannya.
Selain itu, piringnya gak banyak kotor dan gak berceceran, karena emaknya yang nyuapin.
Hal penting lainnya adalah, biasakan anak untuk makan sambil duduk. Yang tidak duduk di tempatnya maka akan dilewati jatah suapannya.
Buat saya, emak rempong dengan 4 balita (saat itu), nyuapin anak sambil main atau jalan-jalan adalah hal yang kurang baik, karena secara adab tidak dicontohkan dan tidak efisien pada waktunya.
Trus, yang kedua, mandi berjamaƔh.
Trus, yang kedua, mandi berjamaƔh.
Ngajak balita mandi kadang susah-susah gampang. Nah, tipsnya, bikin acara mandi jadi seru. Pertama kita mandiin adek bayi dulu dan libatkan abang/kakak/masnya maen air, bantu nyabunin atau nata baju dan popok adek bayi. Setelah selesai mandiin dan masang baju si adek, gantian ketiga kakaknya yang mandi. Ibunya yang mandiin tentunya.. Karena kalo dibiarin mandi sendiri luammmaaa jadinya, dan gak bersih.
Repot? Ya memang! Tapi efisien kan? hehe...
Tidur (siang/malam) berjamaƔh.
Repot? Ya memang! Tapi efisien kan? hehe...
Tidur (siang/malam) berjamaƔh.
Jamnya tidur, ajak semua anak ke kamar. Jelaskan ini waktunya tidur. Balita biasanya jam 1 itu sudah ngantuk karena seharian beraktifitas. Jadi gak mesti nunggu waktu lama buat ngelonin. Nah, sambil si emak nyusui debay, tangan kanan ngelus yang nomor 3, tangan kiri puk-puk yang nomer 2 dan di atas kepala sesekali ngelus yang nomer 1, hehe...
Sebelum tidur, biasakan baca doa mau tidur.
Sebelum tidur, biasakan baca doa mau tidur.
Kalo di rumah wajib baca ayat kursi, 2 ayat terakhir Al, al-ikhlas, Al-falaq, An-naas, doa mau tidur dan doa perlindungan dari syaiton. Bacanya rame-rame, kencang-kencang gakpapa, biar anaknya pada hafal, hehe..
O, ibunya belum hafal? Bikin contekan boleh kok, gak apa-apa.
Kalo masih ada yang belum tidur juga, lanjut baca surat-surat pendek yang lain by request.
Oya, sebelum tidur siang, jangan lupa kunci pintu pagar, atau pintu depan dan tutup pintu kamar. Jadi kalo ibunya yang ketiduran duluan, anak-anak gak bisa kabur. Wkwkwk..
Tapi kalo dalam kasusku, anak-anak tetap punya trik jitu untuk kabur, hehe.
O, ibunya belum hafal? Bikin contekan boleh kok, gak apa-apa.
Kalo masih ada yang belum tidur juga, lanjut baca surat-surat pendek yang lain by request.
Oya, sebelum tidur siang, jangan lupa kunci pintu pagar, atau pintu depan dan tutup pintu kamar. Jadi kalo ibunya yang ketiduran duluan, anak-anak gak bisa kabur. Wkwkwk..
Tapi kalo dalam kasusku, anak-anak tetap punya trik jitu untuk kabur, hehe.
Kadang numpuk bantal dekat jendela, atau mengoprek selot pintu kamar dengan memanjat ke pundak anak yang lebih besar, wkwkwk...
7. Libatkan anak-anak dalam beberes dengan trik "lomba".
Anak-anak sebaya usia biasanya suka berlomba. Ajak lomba apa saja, misal lomba pakai baju, lomba nata mobil-mobilan, lomba nata buku, atau lomba lempar bola ke dalam kardus mainan, dst. Yang penting lomba.
7. Libatkan anak-anak dalam beberes dengan trik "lomba".
Anak-anak sebaya usia biasanya suka berlomba. Ajak lomba apa saja, misal lomba pakai baju, lomba nata mobil-mobilan, lomba nata buku, atau lomba lempar bola ke dalam kardus mainan, dst. Yang penting lomba.
Kasih reward buat pemenangnya dengan memeluk dan menciumnya lebih dulu. Reward tak harus barang-barang yang mahal. Kadang malah gak efektif dan bikin anak cenderung konsumtif.
8. Libatkan suami.
Libatkan juga suami jika memang beberapa pekerjaan harus diselesaikan, sementara ibu sudah ribet dengan bocah-bocah.
8. Libatkan suami.
Libatkan juga suami jika memang beberapa pekerjaan harus diselesaikan, sementara ibu sudah ribet dengan bocah-bocah.
Nah, kabarnya, laki-laki itu kan gak selalu langsung aksi kalo dimintain tolong, jadi ngomongnya mesti to the point.
Kalo aku, minta tolong ke suami dengan 3 cara, tergantung situasinya.
- Kalo situasi kepepet dan suami sedang nggak handle apa-apa, dengan gaya instruksi. Misal nih, si bayi mendadak rewel minta asi, sementara gorengan lele di wajan lagi nanggung, aku cuek saja bilang, "Mas, tolong gantiin goreng lele ya! Bentar lagi mateng".
Biasanya suami langsung siap dengan perlengkapan plus (jaket dan helm, wkwkwk...).
- Kalo situasi kita full kerjaan dan suami lagi gak handle apa-apa, kondisi sama-sama masih fit dan waras wkwkw.. maka minta tolongnya bisa dengan gaya guru TK.
"Mas, mau beramal solih tidak? Mau dapat pahala tambahan tidak? Bantuin ini dong..." (sebutkan bantuan yang diinginkan). Biasanya suami yang sayang istri dan mau dapat pahala akan bantu walaupun mungkin dengan sedikit terpaksa, hiks.
- Kalo situasi kita masih banyak kerjaan, suami lagi gak handle apa-apa, namun badan rasanya sudah butuh rehat dan kerjaan itu harus diselesaikan saat itu juga, maka minta tolongnya dengan gaya nodong (dikiiittt..hehe).
Kalo aku, minta tolong ke suami dengan 3 cara, tergantung situasinya.
- Kalo situasi kepepet dan suami sedang nggak handle apa-apa, dengan gaya instruksi. Misal nih, si bayi mendadak rewel minta asi, sementara gorengan lele di wajan lagi nanggung, aku cuek saja bilang, "Mas, tolong gantiin goreng lele ya! Bentar lagi mateng".
Biasanya suami langsung siap dengan perlengkapan plus (jaket dan helm, wkwkwk...).
- Kalo situasi kita full kerjaan dan suami lagi gak handle apa-apa, kondisi sama-sama masih fit dan waras wkwkw.. maka minta tolongnya bisa dengan gaya guru TK.
"Mas, mau beramal solih tidak? Mau dapat pahala tambahan tidak? Bantuin ini dong..." (sebutkan bantuan yang diinginkan). Biasanya suami yang sayang istri dan mau dapat pahala akan bantu walaupun mungkin dengan sedikit terpaksa, hiks.
- Kalo situasi kita masih banyak kerjaan, suami lagi gak handle apa-apa, namun badan rasanya sudah butuh rehat dan kerjaan itu harus diselesaikan saat itu juga, maka minta tolongnya dengan gaya nodong (dikiiittt..hehe).
Misal, "Mas, si dedek rewel nih minta ASI, tapi aku masih belum sempat nyuci piring dan jemur cucian, Mas mau bantuin nyuci piring atau jemur cucian?"
Suami pasti akan pilih salah satu, dan harus konsekuen dengan pilihannya. Lumayan toh, berkurang satu kerjaannya, wkwkwk...
Nah, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan seorang ibu dalam mengatasi kerempongan ngadepin balita.
Next time, insya Allah aku tambahin dengan tips-tips yang lainnya (kalo ada waktu).
Suami pasti akan pilih salah satu, dan harus konsekuen dengan pilihannya. Lumayan toh, berkurang satu kerjaannya, wkwkwk...
Nah, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan seorang ibu dalam mengatasi kerempongan ngadepin balita.
Next time, insya Allah aku tambahin dengan tips-tips yang lainnya (kalo ada waktu).
Semoga bermanfaat.
Sekarsuli, 3@gustus17.
Sekarsuli, 3@gustus17.
Keajaiban Sedekah
#Repost
Suatu hari di malam Jumat, aku menyibukkan diri dgn beberapa tugas dan sebuah paketan herbal untuk bapak. Setelah sorenya putar-putar nyari obat herbal untuk bapak yang sedang sakit. Ternyata, dari konsultasi direkomendasikan utk pake herbal tertentu yang qodarulloh masih nyetok beberapa botol di rumah.
Ya sudah, gak jadi beli. Tinggal packing dan kirim besoknya.
Jumat pagi sekitar jam 9, paket itu dibawa suami ke ekspedisi untuk dikirim ke alamatnya.
Selang beberapa menit, ada email masuk. Notifikasi dari salah satu bank syariah menginfokan ada dana masuk. Aku yang masih sibuk dgn beberapa kertas kerja melirik angkanya yg tidak genap. 6 digit. Hmm, siapa yg transfer? Rasanya tak ada transaksi penjualan atau yg lainnya senilai itu.
Aku acuhkan sesaat, hingga pak suami pulang dan kami sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Setelah aku menyelesaikan kertas2 ku, ku cermati kembali email notifikasi itu.
Penasaran..
Tiba- tiba aku terbelalak, ada satu angka lagi yang luput dari perhatianku. Transferan itu senilai 7 digit. Maasya Allah.
Bergegas kukabarkan pd pak suami, dan kami berdua sujud syukur atas rezeki yang tak diduga datangnya ini.
Ternyata, itu adalah fee yang sekian lama tertunda pembayarannya dari salah satu lembaga tempatku pernah bekerja.
Alhamdulillah, bisa buat beli kambing untuk qurban Idul Adha ini, bisa buat beli tiket mudik nengok Mak dan Pak yang lagi sakit dan infaq serta mentraktir anak2.
Alhamdulillah, Allah membalas lebih dari 10 kali lipat dana yg terpakai buat herbal tersebut.
Makin yakin dengan dengan keajaiban sedekah.
Maasya Allah...
Bukan berkurang, bahkan bertambah...
Sekarsuli, 120817
Suatu hari di malam Jumat, aku menyibukkan diri dgn beberapa tugas dan sebuah paketan herbal untuk bapak. Setelah sorenya putar-putar nyari obat herbal untuk bapak yang sedang sakit. Ternyata, dari konsultasi direkomendasikan utk pake herbal tertentu yang qodarulloh masih nyetok beberapa botol di rumah.
Ya sudah, gak jadi beli. Tinggal packing dan kirim besoknya.
Jumat pagi sekitar jam 9, paket itu dibawa suami ke ekspedisi untuk dikirim ke alamatnya.
Selang beberapa menit, ada email masuk. Notifikasi dari salah satu bank syariah menginfokan ada dana masuk. Aku yang masih sibuk dgn beberapa kertas kerja melirik angkanya yg tidak genap. 6 digit. Hmm, siapa yg transfer? Rasanya tak ada transaksi penjualan atau yg lainnya senilai itu.
Aku acuhkan sesaat, hingga pak suami pulang dan kami sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Setelah aku menyelesaikan kertas2 ku, ku cermati kembali email notifikasi itu.
Penasaran..
Tiba- tiba aku terbelalak, ada satu angka lagi yang luput dari perhatianku. Transferan itu senilai 7 digit. Maasya Allah.
Bergegas kukabarkan pd pak suami, dan kami berdua sujud syukur atas rezeki yang tak diduga datangnya ini.
Ternyata, itu adalah fee yang sekian lama tertunda pembayarannya dari salah satu lembaga tempatku pernah bekerja.
Alhamdulillah, bisa buat beli kambing untuk qurban Idul Adha ini, bisa buat beli tiket mudik nengok Mak dan Pak yang lagi sakit dan infaq serta mentraktir anak2.
Alhamdulillah, Allah membalas lebih dari 10 kali lipat dana yg terpakai buat herbal tersebut.
Makin yakin dengan dengan keajaiban sedekah.
Maasya Allah...
Bukan berkurang, bahkan bertambah...
Sekarsuli, 120817
Ketika Nak Bujang Kelebihan Energi
# Repost
Hari ini Mas Sholih kelebihan energi.
Tidak tidur siang dan main hingga sore.
Habis mandi dan sholat maghrib, lanjut kursus sempoa. Top lasak dan usilnya. Lalu iseng sama adik-adiknya. Bermacam ulahnya.
Si emak, gak hilang akal, disuruhlah bantu ini itu macam-macam. Dari pergi ke warung hingga meladeni urusan si bungsu. Maklum, emak repot ngurusin daging yang baru datang. Rejeki bocah-bocah yang masih pengen bakso. Maka emak pun bergelut dengan adonan bakso jilid dua, haha...
Si Mas Sholih masih full baterai. Jadilah, si emak minta bantuin ngawal adek bungsu pipis dan gosok gigi. Memakaikan celana dan mengantar ke tempat tidur.
Mas Sholih manut dengan manis, alhamdulillah.
Habis itu dia pergi ke kamar mandi. Karena belum ngantuk, katanya pengen sholat lagi.
Maasya Allah... Maasya Allah... Dia mau sholat witir 3 rakaat katanya. Emak ngintip sambil terharu dari belakang pintu.
Lalu diambilnya mushafnya dan melantunkan Al Mulk. Usai Al Mulk, dimuroja'ahnya juz 2.
Maasya Allah... Maasya Allah..
Emak menitikkan air mata. Diam-diam berdoa semoga Mas Sholih istiqomah.
Lepas tu, dia beranjak ke kamar. Melantunkan doa pengantar tidur berupa Ayat Kursi dan 3Qul. Tak lupa mengusapkan ke muka dan tubuh saudara2nya.
Maasya Allah... Emak merasa entah...tak terkata.
Diam diam istighfar, karena tadi sempat kesal.
Astaghfirullah... Astaghfirullah, darinya emak harus terus belajar.
Tidak tidur siang dan main hingga sore.
Habis mandi dan sholat maghrib, lanjut kursus sempoa. Top lasak dan usilnya. Lalu iseng sama adik-adiknya. Bermacam ulahnya.
Si emak, gak hilang akal, disuruhlah bantu ini itu macam-macam. Dari pergi ke warung hingga meladeni urusan si bungsu. Maklum, emak repot ngurusin daging yang baru datang. Rejeki bocah-bocah yang masih pengen bakso. Maka emak pun bergelut dengan adonan bakso jilid dua, haha...
Si Mas Sholih masih full baterai. Jadilah, si emak minta bantuin ngawal adek bungsu pipis dan gosok gigi. Memakaikan celana dan mengantar ke tempat tidur.
Mas Sholih manut dengan manis, alhamdulillah.
Habis itu dia pergi ke kamar mandi. Karena belum ngantuk, katanya pengen sholat lagi.
Maasya Allah... Maasya Allah... Dia mau sholat witir 3 rakaat katanya. Emak ngintip sambil terharu dari belakang pintu.
Lalu diambilnya mushafnya dan melantunkan Al Mulk. Usai Al Mulk, dimuroja'ahnya juz 2.
Maasya Allah... Maasya Allah..
Emak menitikkan air mata. Diam-diam berdoa semoga Mas Sholih istiqomah.
Lepas tu, dia beranjak ke kamar. Melantunkan doa pengantar tidur berupa Ayat Kursi dan 3Qul. Tak lupa mengusapkan ke muka dan tubuh saudara2nya.
Maasya Allah... Emak merasa entah...tak terkata.
Diam diam istighfar, karena tadi sempat kesal.
Astaghfirullah... Astaghfirullah, darinya emak harus terus belajar.
#Icad7,8y
Karsuli, 030917
Sabtu, 21 Oktober 2017
Resep: Roti Manis Isi
Anak-anak, kucermati akhir-akhir ini sering jajan roti sisir isi nanas. Di pasar, ibu pedagang kue menjualnya dengan harga seribu. Lumayan, lumayan murah dan bikin kenyang.
Mereka, anak-anakku memang suka ngemil. Kadang aku membuatkan bermacam cemilan seperti donat, roti, pisang goreng keju, pempek, bubur kacang hijau, kolak, atau cemilan lainnya yang simpel seperti ketela atau jagung kukus
Nah, sehubungan mereka sekarang lagi doyan roti, pagi ini membuat roti manis isi piscok untuk bekal ke sekolah mereka. Resep ini gak pakai telur, namun hasilnya tetap lembut dan enak. Teksturnya juga halus, gak kalah sama MorBak atau RotiBun buatan Malaysia yang dilanggani dulu di Batam, hehe...
Berikut bahan-bahannya:
Terigu yang berlabel halal 1/2 kg (aku pakai terigu segitiga)
Gula pasir 4 sendok makan (gulanya aku pakai gula lokal tanpa rafinasi :))
Susu kental manis 2 sachet (aku pakai Indomilk)
75 gr margarin, (aku pakai Forvita yang kebetulan masih ada di dapur)
Fermipan 1/2 bungkus,
Air hangat 1/2 gelas (air suam kata orang Melayu)
Isi:
6 buah pisang raja, dikukus, dinginkan, potong jadi 4 (potong 2, trus belah 2)
Coklat bar, aku pakai Cholata, 1/3 batang, potong jadi 24 batang kecil ukuran korek api.
Caranya:
Alhamdulillah anak-anak suka dan jadi makin semangat ke sekolah. Tetap ceria walaupun hari ini uang saku dipending dulu, wkwkwk...
Ini dia penampakan Roti Manis Isi yang kubuat tadi pagi.
Selamat mencoba, semoga suka...
Btw, lihat roti ini, jadi ingat pelajaran kimia dengan topik Maillard Reaction, hehe...
Topik yang belakangan ini menjadi perhatian khususnya untukku.
Sekarsuli, Sabtu ketiga Okt 2017
Mereka, anak-anakku memang suka ngemil. Kadang aku membuatkan bermacam cemilan seperti donat, roti, pisang goreng keju, pempek, bubur kacang hijau, kolak, atau cemilan lainnya yang simpel seperti ketela atau jagung kukus
Nah, sehubungan mereka sekarang lagi doyan roti, pagi ini membuat roti manis isi piscok untuk bekal ke sekolah mereka. Resep ini gak pakai telur, namun hasilnya tetap lembut dan enak. Teksturnya juga halus, gak kalah sama MorBak atau RotiBun buatan Malaysia yang dilanggani dulu di Batam, hehe...
Berikut bahan-bahannya:
Terigu yang berlabel halal 1/2 kg (aku pakai terigu segitiga)
Gula pasir 4 sendok makan (gulanya aku pakai gula lokal tanpa rafinasi :))
Susu kental manis 2 sachet (aku pakai Indomilk)
75 gr margarin, (aku pakai Forvita yang kebetulan masih ada di dapur)
Fermipan 1/2 bungkus,
Air hangat 1/2 gelas (air suam kata orang Melayu)
Isi:
6 buah pisang raja, dikukus, dinginkan, potong jadi 4 (potong 2, trus belah 2)
Coklat bar, aku pakai Cholata, 1/3 batang, potong jadi 24 batang kecil ukuran korek api.
Caranya:
- Tuangkan fermipan pada air agak hangat dan diaduk rata, diamkan hingga sekitar 10 menit/sampai bergelembung (sebagai tanda raginya aktif, kalo gak bergelembung berarti raginya mati, ganti dengan ragi yang baru).
- Terigu, gula dan susu dicampurkan, tuangi dengan larutan ragi sambil diaduk dengan mixer hingga tercampur rata. Tambahkan margarin sambil terus dimixer sampai kalis.
- Tutup wadah dengan plastik bersih atau serbet hangat, diamkan 15-30 menit. Sst, tadi habis ngadon, kutinggal menggoreng ayam crispy dan nyuci piring dulu, hehe.
- Kempiskan adonan, bagi menjadi 24 bagian dan bulatkan.
- Ambil satu bulatan, pipihkan dengan gilingan (aku pakai gelas plastik), masukkan sepotong pisang dan sepotong coklat, trus rapatkan bagian sambungannya. Lakukan satu persatu sampai semua bulatan habis.
- Diamkan sekitar 10 menit, lalu panaskan oven hingga panas sedang (Ovenku oven biasa yang gak ada termometer dan timernya).
- Olesi roti dengan margarin (gunakan kuas untuk mengoles dan pastikan kuasnya terbuat dari plastik, bukan dari bulu, apalagi bulu babi. Wkwkwk... sekalian melaksanakan amanah sbg auditor LPPOM MUI ini mah), lalu masukkan ke oven. Bakar dalam oven sekitar 10 menit atau sampai matang.
- Setelah matang, olesi lagi permukaan roti dengan margarin.
- Pindahkan roti yang telah matang ke wadah makanan, siap untuk disantap.
Alhamdulillah anak-anak suka dan jadi makin semangat ke sekolah. Tetap ceria walaupun hari ini uang saku dipending dulu, wkwkwk...
Ini dia penampakan Roti Manis Isi yang kubuat tadi pagi.
Selamat mencoba, semoga suka...
Btw, lihat roti ini, jadi ingat pelajaran kimia dengan topik Maillard Reaction, hehe...
Topik yang belakangan ini menjadi perhatian khususnya untukku.
Sekarsuli, Sabtu ketiga Okt 2017
Jumat, 20 Oktober 2017
Pada Subuh Suatu Jumat
Hari ini facebook menayangkan kenangan bertahun lalu tentang sebuah postinganku di blog ini yang berjudul Pada Dhuhur Suatu Siang. Lihat disini
Tiba-tiba teringat peristiwa tadi pagi yang rada-rada mirip yang membuatku malu hati pada anak-anak itu.
Begini kisahnya:
Adzan Subuh telah terlantun. Pagi yang menurutku terlalu awal. Subuh di sini adzannya jam 4. Dan aku masih setia dengan irama tubuh wilayah Sumatera yang adzannya sekitar jam 4.30 lebih, atau bahkan jam 5.30 waktu setempat kalau di Gombak.
Paksu sudah bersiap sedari tadi untuk ke mesjid. Istrinya masih "ngambek oleh" merem-melek memperpanjang tidur sambil nunggu antrian di kamar mandi, wkwkwk (jangan ditiru). Sambil menunggu kumandang iqomat beberapa saat lagi. Sambil juga dengan suara serak membangunkan anak-anak yang masih terlelap, agar segera menuju masjid terdekat.
Anak-anak bangun, dan sambil mengantri giliran ke kamar mandi kembali berbaring di kasur di ruang tengah. Sama kayak emaknya tadi, niatnya memperpanjang tidur. Tak peduli emaknya menggebah-gebah menyuruh wudhu sampai terdengar iqomat di masjid.
Emak meninggalkan mereka, bersegera memenuhi panggilan iqomat, dan anak-anak melanjutkan lelapnya.
Ingat hari ini Jumat, emak berniat membaca Al Kahfi ba'da sholat subuh.
Done.
Lalu lanjut membangunkan dan mengingatkan anak-anak yang masih tergolek-golek di kasur untuk segera sholat subuh.
Anak-anak bangun dengan malas-malasan, si Emak mulai berkicau di pagi hari.
Usai subuh berjama'ah di rumah, anak-anak itu mengambil Qur'annya masing-masing.
Si kakak pertama mojok dekat pembaringan mengkhatamkan Al Kahfi. Si Abang ketiga Abdulloh Umar, yang masih terbata belajar tajwid, akhirnya mengkhatamkan juga Al Kahfi-nya. Padahal biasanya dia baca cuma sampai ayat 20.
Sedang si Mas Sholih, akhirnya berhasil mengkhatamkan juga Al Kahfinya walau dengan mata yang masih berat dengan kantuk.
Langganan:
Postingan (Atom)




